Ada tiga jenis gerakan massa, yaitu :
1. Gerakan massa progresif : mengganti norma lama dan membentuk norma yang baru
2. Gerakan massa status quo : mempertahankan norma lama (konservatif)
3. Gerakan massa reaksioner : orang yang bersifat untung-untungan, lebih lunak/fleksibel, tidak tegas dan selalu mementingkan golongannya sendiri.
Penyebabnya :
Salah satu pandangan berpendapat bahwa manusia merupakan individu yang mempunyai dorongan atau keinginan yang pada prinsipnya membutuhkan pemuasan atau pemenuhan. Tetapi dalam kenyataannya tidak semua dorongan atau keinginan yang tidak memeperoleh pelepasan terdorong dan tersimpan didalam alam bawah sadar, yang suatu saat akan muncul kembali diatas sadar bila keadaan memungkinkan.
Dalam kehidupan bermasyarakat adanya norma-norma tertentu yang merupakan pedoman yang membatasi gerak atau perilaku anggota masyarakat. Dengan adanya norma, anggota masyarakat tidak dapat bebuat seenaknya. Norma berfungsi dapat menyesuaikan keadaan lingkungan, dengan menyesuaikan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Salah satu mengenai perbuatan masa adalah berdasarkan atas faktor psikologis yang mendasar yaitu orang bertindak dalam massa atas dorongan yang muncul dari alam bawah sadarnya yang ditekan. Jika masalah dipendam akan kurang baik, karena hal itu akan muncul kembali dalam bentuk massa.
Proses Dinamika Gerakan Massa :
1. Pemusatan perhatian
2. Pusat rasa kagum dan perasaan berada pada suatu massa
3. Penciptaan suasana kebersamaan
4. Pemimpin menbayar massa untuk menjalankan aktivitas
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Minggu, 14 November 2010
Massa Pasif dan Massa Aktif
Massa aktif dapat disebut dengan mob, mob terbentuk karena adanya tindakan yang nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal. Menurut Mc Laughlin paling tidak ada tiga kondisi yang melatarbelakangi yaitu :
1.
* Adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa masalah harus segera diselesaikan
* Adanya masalah yang cukup serius
* Upaya penyelesaian masalah yang tertunda
Ada beberapa faktor yang menyebabkan massa aktif :
1. Perasaan tidak puas, yaitu, diawali dengan bertukar pikiran, ide baru, perbuatan yang selalu diulang dan jika sudah matang menjadi massa.
2. Tekanan jiwa masyarakat, misalnya memuncak dan meledak tidak dapat dikendalikan.
Massa pasif biasa disebut dengan audience. Audience adalah kumpulan orang-orang yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang berkumpul di mesjid untuk mendengarkan ceramah, menonton televisi.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
1.
* Adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa masalah harus segera diselesaikan
* Adanya masalah yang cukup serius
* Upaya penyelesaian masalah yang tertunda
Ada beberapa faktor yang menyebabkan massa aktif :
1. Perasaan tidak puas, yaitu, diawali dengan bertukar pikiran, ide baru, perbuatan yang selalu diulang dan jika sudah matang menjadi massa.
2. Tekanan jiwa masyarakat, misalnya memuncak dan meledak tidak dapat dikendalikan.
Massa pasif biasa disebut dengan audience. Audience adalah kumpulan orang-orang yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang berkumpul di mesjid untuk mendengarkan ceramah, menonton televisi.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Definisi Psikologi Massa
Berdasarkan kamus lengkap psikologi, psikologi masaa adalah pembelajaran mengenai tingkah laku banyak orang atau kumpulan manusia mengenai kelompok-kelompok yang terorganisir dengan luas. Sedangkan menurut Chaplin(1972), psikologi masaa adalah psikologi yang khusus mempelajari perilaku manusia dalam loosely organized group.
Massa memiliki pengertian sendiri yaitu sekumpulan banyak orang (ratusan/ribuan) yang berkumpul dalam suatu kegiatan yang bersifat sementara.
Ada beberapa tipe tentang masaa menurut Mennicke (1984) yaitu, masaa abstrak dan massa kongkrit.
1. Massa Abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum terikat satu kesatuan, norma, motif dan tujuan.
Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi yaitu:
1.
* Ada kejadian yang menarik
* Kebutuhan tidak terpenuhi
* Individu mendapat ancaman
2. Massa Kongkrit adalah massa yang mempunyai cirri-ciri :
1.
* Adanya kesatuan pikiran dan sikap
* Ada struktur yang jelas
* Bersifat dinamis dan emosional
* Sifat massa jelas
* Adanya ikatan batin dan persamaan norma
Perbedaa Massa Abstrak dan Massa Konkrit:
Masaa Abstrak : ego pribadi, tercermin dalam diri pemimpin
Massa kongkrit : ego massa, kepentingan masih kritis dan masih kongkrit
Antara massa abstrak dam massa kongkrit kadangt-kadang mempunyai hubungan, dalam arti bahwa massa abstrak dapat berkembang atau bisa berubah menjadi massa yang kongkrit dan sebaliknya massa kongkrit dapat berubah menjadi massa abstrak. Terkadang massa abstrak bisa bubar tanpa adanya alasan.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Massa memiliki pengertian sendiri yaitu sekumpulan banyak orang (ratusan/ribuan) yang berkumpul dalam suatu kegiatan yang bersifat sementara.
Ada beberapa tipe tentang masaa menurut Mennicke (1984) yaitu, masaa abstrak dan massa kongkrit.
1. Massa Abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum terikat satu kesatuan, norma, motif dan tujuan.
Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi yaitu:
1.
* Ada kejadian yang menarik
* Kebutuhan tidak terpenuhi
* Individu mendapat ancaman
2. Massa Kongkrit adalah massa yang mempunyai cirri-ciri :
1.
* Adanya kesatuan pikiran dan sikap
* Ada struktur yang jelas
* Bersifat dinamis dan emosional
* Sifat massa jelas
* Adanya ikatan batin dan persamaan norma
Perbedaa Massa Abstrak dan Massa Konkrit:
Masaa Abstrak : ego pribadi, tercermin dalam diri pemimpin
Massa kongkrit : ego massa, kepentingan masih kritis dan masih kongkrit
Antara massa abstrak dam massa kongkrit kadangt-kadang mempunyai hubungan, dalam arti bahwa massa abstrak dapat berkembang atau bisa berubah menjadi massa yang kongkrit dan sebaliknya massa kongkrit dapat berubah menjadi massa abstrak. Terkadang massa abstrak bisa bubar tanpa adanya alasan.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Jenis – Jenis Kelompok
Ada beberapa klarifikasi jenis kelompok salah satunya yaitu :
1. Dyad : kelompok terdiri dari dua orang, disini interaksi dan hubungan satu sama lain lebih intens, misalnya:kerja kelompok
2. Kelompok kecil : kelompok primer dimana terjadinya face to face dan ada identitas kelompok yang sangat kuat, misalnya ekskul di sekolah
3. Organisasi : sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama dan terstruktur dengan jelas, misalnya OSIS
4. Masaa : bersifat temporer, mempunyai tujuan yang sama, tidak terstruktur, misalnya anggota kelompok tawuran.
Menurut Robbins, jenis kelompok terdiri dari :
1. Kelompok formal : ada keputusan managerial guna mencapai tujuan organisasi, bersifat resmi. Ditandai dengan adanya organisasi status, misalnya : OSIS
2. Kelompok informal : muncul dari upaya individu (tumbuh atas dasar keputusan bersama dan persahabatan). Ada faktor kebutuhan sosial, misalnya: usaha menjahit baju lalu bagi hasil.
3. Kelompok komando : ada manajer dan bawahan, misalnya : usaha restoran yang sudah besar dan punya cabang dimana-dimana.
4. Kelompok tugas : bekerjasama menyelesaikan tugas atau pekerjaan, misalnya : kelompok belajar.
5. Kelompok kepentingan : ada tujuan khusus dalam kelompok tersebut dan semua anggota terlibat di dalamnya, misalnya : partai
6. Kelompok persahabatan : karakteristik anggota sama, misalnya : geng sekolah.
Bedanya masaa dan agrerat adalah.. Masaa itu sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum terikat satu kesatuan, norma, motif dan tujuan sedangkan agrerat adalah kumpulan individu yang tidak berinteraksi satu sama lain, agrerat dapat berubah menjadi sebuah kelompok.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
1. Dyad : kelompok terdiri dari dua orang, disini interaksi dan hubungan satu sama lain lebih intens, misalnya:kerja kelompok
2. Kelompok kecil : kelompok primer dimana terjadinya face to face dan ada identitas kelompok yang sangat kuat, misalnya ekskul di sekolah
3. Organisasi : sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama dan terstruktur dengan jelas, misalnya OSIS
4. Masaa : bersifat temporer, mempunyai tujuan yang sama, tidak terstruktur, misalnya anggota kelompok tawuran.
Menurut Robbins, jenis kelompok terdiri dari :
1. Kelompok formal : ada keputusan managerial guna mencapai tujuan organisasi, bersifat resmi. Ditandai dengan adanya organisasi status, misalnya : OSIS
2. Kelompok informal : muncul dari upaya individu (tumbuh atas dasar keputusan bersama dan persahabatan). Ada faktor kebutuhan sosial, misalnya: usaha menjahit baju lalu bagi hasil.
3. Kelompok komando : ada manajer dan bawahan, misalnya : usaha restoran yang sudah besar dan punya cabang dimana-dimana.
4. Kelompok tugas : bekerjasama menyelesaikan tugas atau pekerjaan, misalnya : kelompok belajar.
5. Kelompok kepentingan : ada tujuan khusus dalam kelompok tersebut dan semua anggota terlibat di dalamnya, misalnya : partai
6. Kelompok persahabatan : karakteristik anggota sama, misalnya : geng sekolah.
Bedanya masaa dan agrerat adalah.. Masaa itu sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum terikat satu kesatuan, norma, motif dan tujuan sedangkan agrerat adalah kumpulan individu yang tidak berinteraksi satu sama lain, agrerat dapat berubah menjadi sebuah kelompok.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Alasan-Alasan Mengapa Individu Masuk Ke Dalam Kelompok
Dari beberapa alasan mengapa seseorang masuk ke dalam kelompok, berikut sedikit penjelasan mengenai pembahasan materi kali ini. Ada beberapa pendapat mengenai materi kali ini yaitu,
Menurut Forsyth: Individu memiliki kebutuhan-kebutuhan psikologis misalnya rasa aman dan cinta. Serta meningkatkan ketahanan yang adaptif dan kebutuhan informasi akan berita-berita.
Menurut Shaw: Faktor ketertarikan interpersonal, aktivitas kelompok, tujuan kelompok, keanggotaan kelompok, dan efek instrumental dari keanggotaan kelompok (kemudahan yang didapat dari suatu kelompok).
Menurut Robbins (1998) : Keamanan, status, penghargaan diri, pertalian (aplikasi dari hubungan satu sama lain), kekuasaan.
Ada beberapa kerugian kelompok yaitu, Primary tension : ketegangan primer terjadi saat individu baru bergabung ke dalam anggota kelompok; Personal investments:individu berinvestasi dengan memberikan sebagian uang yang telah ditentukan seperti uang pendaftaran, selain uang juga ada waktu, tenaga, barang, iuran bulanan; Social rejection : penolakan sosial miasalnya, masuk geng motor; Interference: ada campur tangan orang lain; Reactance : reaksi individu terhadap kelompoknya. Keuntungan kelompok dibagi dua ada social support dan group member characteristic. Social support ada social approval: persetujuan dari lingkungan, apa yang dilakukan mendapat persetujuan dari kelompok; social belief confirmation: ada kepercayaan di dalam diri anggota kelompok. Group member characteristic ada competence: individu reaktif; physical attractiveness : ketertarikan fisik.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Menurut Forsyth: Individu memiliki kebutuhan-kebutuhan psikologis misalnya rasa aman dan cinta. Serta meningkatkan ketahanan yang adaptif dan kebutuhan informasi akan berita-berita.
Menurut Shaw: Faktor ketertarikan interpersonal, aktivitas kelompok, tujuan kelompok, keanggotaan kelompok, dan efek instrumental dari keanggotaan kelompok (kemudahan yang didapat dari suatu kelompok).
Menurut Robbins (1998) : Keamanan, status, penghargaan diri, pertalian (aplikasi dari hubungan satu sama lain), kekuasaan.
Ada beberapa kerugian kelompok yaitu, Primary tension : ketegangan primer terjadi saat individu baru bergabung ke dalam anggota kelompok; Personal investments:individu berinvestasi dengan memberikan sebagian uang yang telah ditentukan seperti uang pendaftaran, selain uang juga ada waktu, tenaga, barang, iuran bulanan; Social rejection : penolakan sosial miasalnya, masuk geng motor; Interference: ada campur tangan orang lain; Reactance : reaksi individu terhadap kelompoknya. Keuntungan kelompok dibagi dua ada social support dan group member characteristic. Social support ada social approval: persetujuan dari lingkungan, apa yang dilakukan mendapat persetujuan dari kelompok; social belief confirmation: ada kepercayaan di dalam diri anggota kelompok. Group member characteristic ada competence: individu reaktif; physical attractiveness : ketertarikan fisik.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Ketertarikan Interpersonal
Menurut William C. Schultz ada tiga dimensi hubungan interpersonal, yaitu:
1. Need of inclusion (perasaan sebagai anggota dari suatu kelompok), keinginan untuk menumbuhkan rasa memiliki.
o Undersocial: misalnya, minder, menarik diri, tertutup.
o Social : misalnya, tahu situasi dan kondisi.
o Oversocial : misalnya, over akting.
1. Need of control (kebutuhan untuk mendominasi dan dominasi)
o Abdicrat : cirri-cirinya penurut.
o Democrat : cirri-cirinya memiliki kemampuan yang kuat.
o Autocrat : cirri-cirinya mendominasi suatu kelompok.
1. Need of affection (kasih sayang), kebutuhan untuk menyukai dan disukai.
o Underpersonal : membuat jarak dengan orang lain, menolak bantuan orang lain.
o Personal : independent, tidak bergantung pada orang lain.
o Overpersonal : kerjasama individu yang kuat dengan orang lain.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
1. Need of inclusion (perasaan sebagai anggota dari suatu kelompok), keinginan untuk menumbuhkan rasa memiliki.
o Undersocial: misalnya, minder, menarik diri, tertutup.
o Social : misalnya, tahu situasi dan kondisi.
o Oversocial : misalnya, over akting.
1. Need of control (kebutuhan untuk mendominasi dan dominasi)
o Abdicrat : cirri-cirinya penurut.
o Democrat : cirri-cirinya memiliki kemampuan yang kuat.
o Autocrat : cirri-cirinya mendominasi suatu kelompok.
1. Need of affection (kasih sayang), kebutuhan untuk menyukai dan disukai.
o Underpersonal : membuat jarak dengan orang lain, menolak bantuan orang lain.
o Personal : independent, tidak bergantung pada orang lain.
o Overpersonal : kerjasama individu yang kuat dengan orang lain.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Minggu, 07 November 2010
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK: ORIENTASI REALITA
Terapi Aktivitas Kelompok Oientasi Realita (TAK): orientasi realita adalah upaya untuk mengorientasikan keadaan nyata kepada klien, yaitu diri sendiri, orang lain, lingkungan/ tempat, dan waktu.
Klien dengan gangguan jiwa psikotik, mengalami penurunan daya nilai realitas (reality testing ability). Klien tidak lagi mengenali tempat, waktu, dan orang-orang di sekitarnya. Hal ini dapat mengakibatkan klien merasa asing dan menjadi pencetus terjadinya ansietas pada klien. Untuk menanggulangi kendala ini, maka perlu ada aktivitas yang memberi stimulus secara konsisten kepada klien tentang realitas di sekitarnya. Stimulus tersebut meliputi stimulus tentang realitas lingkungan, yaitu diri sendiri, orang lain, waktu, dan tempat.
TUJUAN
Tujuan umum yaitu klien mampu mengenali orang, tempat, dan waktu sesuai dengan kenyataan, sedangkan tujuan khususnya adalah:
1. Klien mampu mengenal tempat ia berada dan pernah berada
2. Klien mengenal waktu dengan tepat.
3. Klien dapat mengenal diri sendiri dan orangorang di sekitarnya dengan tepat.
AKTIVITAS DAN INDIKASI
Aktivitas yang dilakukan tiga sesi berupa aktivitas pengenalan orang, tempat, dan waktu. Klien yang mempunyai indikasi disorientasi realitas adalah klien halusinasi, dimensia, kebingungan, tidak kenal dirinya, salah mngenal orang lain, tempat, dan waktu.
TAK ORIENTASI (disorientasi) REALITAS
Sesi 1.: Pengenalan Orang
Tujuan
1. Klien mampu mengenal nama-nama perawat.
2. Klien mampu mengenal nama-nama klien lain.
Setting
1. Terapis dank lien duduk bersama dalam lingkaran.
2. Ruangan nyaman dan tenang.
Alat
1. Papan nama sejumlah klien dan perawat yang ikut TAK
2. Spidol
3. Bola tennis
4. Tape rcorder
5. kaset “dangdut”
Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan Tanya jawab
Langkah Kegiatan
1. Persiapan
• memilih klien sesuai dengan indikasi
• membuat kontrak dengan klien
• mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
1. salam terapeutik : Salam dari terapis kepada klien
2. evaluasi/ validasi : menanyakan perasan klien saat ini.
3. Kontrak
1. terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenal orang
2. terapis menjelaskan atuaran main berikut:
• Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada terapis.
• Lama kegiatan 45 menit
• Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
3. Tahap Kerja
• terapis membagikan papan nama untuk masing-masing klien
• terapis meminta masing-masing klien menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal
• terapis meminta masing-masing klien menuliskan nama panggilan di depan papan nma yang dibagikan
• terapis meminta masing-masing klien memperkenalkan diri secara berurutan, searah jarum jam dimulai dari terapis, meliputi menyebutkan: nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi
• terapis menjelaskan langkah berikutnya: tape recorder akan dinyalakan, saat musik terdengar bola tenis dipindahkan dari satu kien ke klien lain. Saat musik dihentikan, klien yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi dari klien yang lain (minimal nama panggilan).
• Terapis memutar tape recorder dan menghentikan . saat musik berhenti, klien klien yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi klien yang lain.
• Ulangi langkah f sampai semua klien mendapatkan giliran.
• Terapis memberikan pujian untuk setiap keberhasilan klien dengan mengajak klien lain bertepuk tangan.
4. Tahap terminasi
1. Evaluasi :
• terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK,terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
• tindak lanjut : terapis menganjurkan klien menyapa orang lain sesuai dengan nama panggilan.
• kontrak yang akan datang
Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK orientasi realitas orang, kemampuan klien yang diharapkan adalah dapat menyebutkan nama, panggilan, asal, dan hobi klien lain.
Klien dengan gangguan jiwa psikotik, mengalami penurunan daya nilai realitas (reality testing ability). Klien tidak lagi mengenali tempat, waktu, dan orang-orang di sekitarnya. Hal ini dapat mengakibatkan klien merasa asing dan menjadi pencetus terjadinya ansietas pada klien. Untuk menanggulangi kendala ini, maka perlu ada aktivitas yang memberi stimulus secara konsisten kepada klien tentang realitas di sekitarnya. Stimulus tersebut meliputi stimulus tentang realitas lingkungan, yaitu diri sendiri, orang lain, waktu, dan tempat.
TUJUAN
Tujuan umum yaitu klien mampu mengenali orang, tempat, dan waktu sesuai dengan kenyataan, sedangkan tujuan khususnya adalah:
1. Klien mampu mengenal tempat ia berada dan pernah berada
2. Klien mengenal waktu dengan tepat.
3. Klien dapat mengenal diri sendiri dan orangorang di sekitarnya dengan tepat.
AKTIVITAS DAN INDIKASI
Aktivitas yang dilakukan tiga sesi berupa aktivitas pengenalan orang, tempat, dan waktu. Klien yang mempunyai indikasi disorientasi realitas adalah klien halusinasi, dimensia, kebingungan, tidak kenal dirinya, salah mngenal orang lain, tempat, dan waktu.
TAK ORIENTASI (disorientasi) REALITAS
Sesi 1.: Pengenalan Orang
Tujuan
1. Klien mampu mengenal nama-nama perawat.
2. Klien mampu mengenal nama-nama klien lain.
Setting
1. Terapis dank lien duduk bersama dalam lingkaran.
2. Ruangan nyaman dan tenang.
Alat
1. Papan nama sejumlah klien dan perawat yang ikut TAK
2. Spidol
3. Bola tennis
4. Tape rcorder
5. kaset “dangdut”
Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan Tanya jawab
Langkah Kegiatan
1. Persiapan
• memilih klien sesuai dengan indikasi
• membuat kontrak dengan klien
• mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
1. salam terapeutik : Salam dari terapis kepada klien
2. evaluasi/ validasi : menanyakan perasan klien saat ini.
3. Kontrak
1. terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenal orang
2. terapis menjelaskan atuaran main berikut:
• Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada terapis.
• Lama kegiatan 45 menit
• Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
3. Tahap Kerja
• terapis membagikan papan nama untuk masing-masing klien
• terapis meminta masing-masing klien menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal
• terapis meminta masing-masing klien menuliskan nama panggilan di depan papan nma yang dibagikan
• terapis meminta masing-masing klien memperkenalkan diri secara berurutan, searah jarum jam dimulai dari terapis, meliputi menyebutkan: nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi
• terapis menjelaskan langkah berikutnya: tape recorder akan dinyalakan, saat musik terdengar bola tenis dipindahkan dari satu kien ke klien lain. Saat musik dihentikan, klien yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi dari klien yang lain (minimal nama panggilan).
• Terapis memutar tape recorder dan menghentikan . saat musik berhenti, klien klien yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi klien yang lain.
• Ulangi langkah f sampai semua klien mendapatkan giliran.
• Terapis memberikan pujian untuk setiap keberhasilan klien dengan mengajak klien lain bertepuk tangan.
4. Tahap terminasi
1. Evaluasi :
• terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK,terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
• tindak lanjut : terapis menganjurkan klien menyapa orang lain sesuai dengan nama panggilan.
• kontrak yang akan datang
Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK orientasi realitas orang, kemampuan klien yang diharapkan adalah dapat menyebutkan nama, panggilan, asal, dan hobi klien lain.
Langganan:
Postingan (Atom)