SIFAT KOMUNIKASI KELOMPOK KECIL
Komunikasi kelompok kecil terjadi ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya dibawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Inti dari definisi ini adalah bahwa masyarakat berinteraksi, mereka saling bergantung, dan saling mempengaruhi.
KELOMPOK BERKOMUNIKASI MELALUI TATAP MUKA Komunikasi kelompok kecil yang efektif menghendaki Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tatap muka. Interaksi yang berarti dapat berlangsung jika komunikasi melibatkan hal berbicara dan mendengar dalam lingkungan yang umum. Melalui pengenalan teknologi baru-komputer, mesin fax, telekonferensi, dan bentuk komunikasi cepat lainnya-masyarakat semakin terbiasa berkomunikasi dan menyokong hubungan tanpa kehadiran fisik orang lain. Bagaimanpun, komunikasi kelompok yang terbaik terjadi bila orang-orang dapat segera menanggapi komunikasi verbal dan nonverbal orang lain secara pribadi.
KELOMPOK MEMILIKI SEDIKIT PARTISIPAN Terdapat berbagai macam opini mengenai berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk membangun sebuah kelompok kecil, tetapi umumnya berdasarkan parameter luar adalah 3 dan 12 orang.. Sedangkan ukuran sebagian lainnya ditentukan oleh tujuan kelompok. Jika tujuannya untuk mendorong input individu, diperlukan jumlah anggota yang lebih kecil. Jika anggota –anggota hendak ditampakkan ke dalam berbagai sudut pandang, sebaiknya dibentuk kelompok yang lebih besar. Keanggotaan suatu kelompok harus cukup besar sehingga terdapat semua fungsi yang berorientasi pada tugas dan manusia yang dibutuhkan dalam penyelesaian pekerjaan. Lima sampai tujuh orang partisipan biasanya merupakan ukuran yang cukup bagi sebuah kelompok kerja. Kelompok ini tidak terlalu kecil untuk membagi sebuah tugas dan juga tidak terlalu besar untuk mencegah interaksi bebas diantara para anggota.
Zarda (1982) mengatakan, “Seseorang pembentuk kelompok pengambil keputusan akan membatasi besarnya kelompok dengan baik karena memberi dan menerima merupakan hal yang lebih cepat dan lebih tersebar luas dalam kelompok kecil dibandingkan kelompok besar.” Jumlah anggota yang ganjil mungkin umumya lebih disukai sehingga pada saat pemungutan suara akan terdapat kelebihan suara. Ketidaksetujuan dalam suatu kelompok bukan merupakan sifat tidak sehat, melainkan kelebihan suara justru dapat mengatasi jalan buntu pada saat pemungutan suara diperlukan.
KELOMPOK BEKERJA DI BAWAH ARAHAN SEORANG PEMIMPIN Kepemimpinan merupakan sebuah dimensi penting dari suatu studi kelompok kecil. Kelompok-kelompok kerja dapat berfungsi melalui kepemimpinan yang ditunjuk, kepemimpinan yang berdasarkan jabatan atau pangkat, atau kepemimpinan darurat. Hal yang pokok adalah tindakan kepemimpinan, atau tindakan bersama yang membantu kelompok-kelompok mencapai tujuannya, sangat diperlukan untuk kesehatan, efisiensi, dan efektivitas kelompok. Biasanya, hal yang lebih efisien dilakukan adalah memiliki orang yang telah ditunjuk sebelumnya sebagai pemimpin rapat, penyelenggara rapat, moderator, pemimpin, atau fasilitator kelompok. Apabila pihak berwenang yang lebih tinggi tidak menunjuk seorang pemimpin, sebaiknya mereka memilih seseorang untuk jabatan tersebut.
Minggu, 14 November 2010
Performa (Bekerja Bersama Dalam Kelompok)
Bekerja sama dalam kelompok adalah hal yang utama di dalam suatu kelompok. Kelompok tanpa ada kerja sama yang baik maka tidak akan berjalan dengan lancer dan akan memperburuk keadaan. Hal-hal yang memacu semangat kelompok, yaitu :
* Adanya kebijakan dalam pembagian tugas-tugas terhadap individu
* Tidak otoriter dalam kepemimpinan
* Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelompok
Ketiga hal tersebut adalah salah satu hal yang memacu semangat kerja dalam kelompok. Salah satu alasan pembentukan kelompok agar memudahkan individu dalam mengerjakan tugasnya masing – masing. Performa dalam kelompok dapat diukur melalui hasil akhir tugas yang dikerjakan. Jika hasil tugas yang dikerjakan memenuhi persyaratan maka performa yang ditimbulkan kelompok memang sangat tinggi tetapi bila hasil tugas yang dikerjakan tidak sesuai dengan criteria yang diminta bisa dinilai bahwa performa kelompom tersebut masih rendah.
* Adanya kebijakan dalam pembagian tugas-tugas terhadap individu
* Tidak otoriter dalam kepemimpinan
* Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelompok
Ketiga hal tersebut adalah salah satu hal yang memacu semangat kerja dalam kelompok. Salah satu alasan pembentukan kelompok agar memudahkan individu dalam mengerjakan tugasnya masing – masing. Performa dalam kelompok dapat diukur melalui hasil akhir tugas yang dikerjakan. Jika hasil tugas yang dikerjakan memenuhi persyaratan maka performa yang ditimbulkan kelompok memang sangat tinggi tetapi bila hasil tugas yang dikerjakan tidak sesuai dengan criteria yang diminta bisa dinilai bahwa performa kelompom tersebut masih rendah.
Penyebab Konflik
Ada tiga macam yang menyebabkan konflik bisa terjadi, yaitu :
1. Interdepence
Tidak semua interdepence menyebabkan konflik, jika :
a. ada kerjasama antar anggota dalam interdepence sehingga konflik menurun
b. ada kompetisi antar anggota dalam interdepence sehingga konflik meningkat.
Menurut Deutch (1949), ada dua cara dalam interdepence, yaitu :
* pure cooperation : promotive interdepence, dengan menolong
* pure competition : contrient interdepence, anggota bisa meraih
tujuannya hanya jika anggota lain gagal memilihnya.
2. Influence Strategies
Strategi-strategi untuk mempengaruhi orang lain, ancaman, hukuman dan negative reinforcement dan meningkatkan konflik.
3. Misunderstanding dan Misperception
Kekaburan dan persepsi dan ketidakmengertian dalam strategi yang dilakukan.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
1. Interdepence
Tidak semua interdepence menyebabkan konflik, jika :
a. ada kerjasama antar anggota dalam interdepence sehingga konflik menurun
b. ada kompetisi antar anggota dalam interdepence sehingga konflik meningkat.
Menurut Deutch (1949), ada dua cara dalam interdepence, yaitu :
* pure cooperation : promotive interdepence, dengan menolong
* pure competition : contrient interdepence, anggota bisa meraih
tujuannya hanya jika anggota lain gagal memilihnya.
2. Influence Strategies
Strategi-strategi untuk mempengaruhi orang lain, ancaman, hukuman dan negative reinforcement dan meningkatkan konflik.
3. Misunderstanding dan Misperception
Kekaburan dan persepsi dan ketidakmengertian dalam strategi yang dilakukan.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Forming
Pandangan Psikoanalisis
Menurut Freud, orang bergabung dalam kelompok karena keanggotaan memuaskan kebutuhan dasar biologis dan psikologis tertentu. Dari pandangan ini anggota akan mendapatkan afiliasi, pengharapan, rasa aman dan pengakuan dalam kelompok, hal ini disebut teori replacement. Ada dua proses dalm pembentukan kelompok, yaitu :
a. Identifikasi, bersumber dari anak ke orang tua.
Energi emosi individu (libido) diarahkan ke dirinya dan orang lain. Individu menjauhkan orang lain (orang tua) sebagai model egonya yaitu Ideal. Penerimaan orang tua sebagai objek yang memebrikan kasih saying kepada anaknya memebentuk ikatan kuat lalu mengahasilkan kepuasan yang disebut sense of belonging, kesalingtergantungan, perlindungan terhadap ancaman luar dan meningkatkan self development.
b. Transferen, merupakan pengganti kelompok.
Bagaimana pembentukan kelompok pada masa awal kehidupan individu memepengaruhi kelompok selanjutnya. Individu mencari pemimpin kelompok sebagai figure otoritas, dan menganggap sebagai orang tuanya.
Pandangan Sosiobiologi
1. Menurut pandangan ini, individu masuk ke dalam suatu kelompok untuk memuasakan keinginannya berafiliasi secara biologis.
2. Berdasarkan teori evolusi dari Charles Darwin, bergabung dengan anggota lain dari satu spesies merupakan ekspresi strategi yang labil secara evolusi dan cultural dari individu yang dapat meningkatkan rata-rata kesuksesan bereproduksi.
Pandangan Proses Pembandingan Sosial
Menurut Leon Festinger (1950-1954), orang memebutuhkan orang lain karena ingin mendaptkan informasi tentang diri mereka dan lingkungan mereka. Individu membutuhkan bebagai informasi, ini hanya dapat didapatkan dari orang lain. Individu membandingkan diri mereka dengan orang lain tentang keyakinan, opini atas sikap mereka yang menjelaskan apakah benar, valid dan sesuai.
Pandangan Pertukaran Sosial
Pandangan ini semacam model ketertarikan kelompok, dengan mempertimbangkan :
1. reward, merupakan kegembiraan dan kepuasan yang di dapatkan dari kelompok.
2. cost, disini frustasi dan ketidakpuasan dapat terjadi.
Minimax principle (berusaha untuk mendapatkan reward yang besar dan mengurangi cost yang kecil).
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Menurut Freud, orang bergabung dalam kelompok karena keanggotaan memuaskan kebutuhan dasar biologis dan psikologis tertentu. Dari pandangan ini anggota akan mendapatkan afiliasi, pengharapan, rasa aman dan pengakuan dalam kelompok, hal ini disebut teori replacement. Ada dua proses dalm pembentukan kelompok, yaitu :
a. Identifikasi, bersumber dari anak ke orang tua.
Energi emosi individu (libido) diarahkan ke dirinya dan orang lain. Individu menjauhkan orang lain (orang tua) sebagai model egonya yaitu Ideal. Penerimaan orang tua sebagai objek yang memebrikan kasih saying kepada anaknya memebentuk ikatan kuat lalu mengahasilkan kepuasan yang disebut sense of belonging, kesalingtergantungan, perlindungan terhadap ancaman luar dan meningkatkan self development.
b. Transferen, merupakan pengganti kelompok.
Bagaimana pembentukan kelompok pada masa awal kehidupan individu memepengaruhi kelompok selanjutnya. Individu mencari pemimpin kelompok sebagai figure otoritas, dan menganggap sebagai orang tuanya.
Pandangan Sosiobiologi
1. Menurut pandangan ini, individu masuk ke dalam suatu kelompok untuk memuasakan keinginannya berafiliasi secara biologis.
2. Berdasarkan teori evolusi dari Charles Darwin, bergabung dengan anggota lain dari satu spesies merupakan ekspresi strategi yang labil secara evolusi dan cultural dari individu yang dapat meningkatkan rata-rata kesuksesan bereproduksi.
Pandangan Proses Pembandingan Sosial
Menurut Leon Festinger (1950-1954), orang memebutuhkan orang lain karena ingin mendaptkan informasi tentang diri mereka dan lingkungan mereka. Individu membutuhkan bebagai informasi, ini hanya dapat didapatkan dari orang lain. Individu membandingkan diri mereka dengan orang lain tentang keyakinan, opini atas sikap mereka yang menjelaskan apakah benar, valid dan sesuai.
Pandangan Pertukaran Sosial
Pandangan ini semacam model ketertarikan kelompok, dengan mempertimbangkan :
1. reward, merupakan kegembiraan dan kepuasan yang di dapatkan dari kelompok.
2. cost, disini frustasi dan ketidakpuasan dapat terjadi.
Minimax principle (berusaha untuk mendapatkan reward yang besar dan mengurangi cost yang kecil).
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Storming
Storming dapat diartikan sebagai konflik antar kelompok. Pada kelompok sering kali terjadi berbagai konflik, seperti gagal mencapai kesepakatan dan akibatnya tidak menemukan jalan keluar yang baik. Hal ini dipisu dari msing-masing pribadi individu yang tidak mau mengalah, egois dan merasa keputusannyalah yang paling benar diantara individu lainnya. Dalam hal ini pihak ketiga dapat dilibatkan demi rekonsiliasi atau mjediasi atas perbedaan yang ada.
Mediasi, didefinisikan sebagai ;bantuan pihak ketiga terhadap setidaknya dua kelompok yang bertikai yang mencoba mencapai kesepakatan’ (Pruitt & Kressel, 1985). Terkadang mediator memiliki kekuasaan untuk mendesak kedua belah pihak untuk mencapai solusi tertentu, proses semacam ini sering disebut arbitrasi. Mediatornya disebut arbitrator.
Selain itu ada cara bargaining atau negosiasi yang dapat mengurangi konflk. Prosuder ini dapat berjalan baik bila isu (hal yang dipermasalahkan) dapat dirumuskan, dan kedua belah pihak berkehendak untuk mengatasi isu tersebut. Tidak semua konflik dapat diselesaikan dengan bargaining atau negosiasi.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2006
Mediasi, didefinisikan sebagai ;bantuan pihak ketiga terhadap setidaknya dua kelompok yang bertikai yang mencoba mencapai kesepakatan’ (Pruitt & Kressel, 1985). Terkadang mediator memiliki kekuasaan untuk mendesak kedua belah pihak untuk mencapai solusi tertentu, proses semacam ini sering disebut arbitrasi. Mediatornya disebut arbitrator.
Selain itu ada cara bargaining atau negosiasi yang dapat mengurangi konflk. Prosuder ini dapat berjalan baik bila isu (hal yang dipermasalahkan) dapat dirumuskan, dan kedua belah pihak berkehendak untuk mengatasi isu tersebut. Tidak semua konflik dapat diselesaikan dengan bargaining atau negosiasi.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2006
Storming
Storming dapat diartikan sebagai konflik antar kelompok. Pada kelompok sering kali terjadi berbagai konflik, seperti gagal mencapai kesepakatan dan akibatnya tidak menemukan jalan keluar yang baik. Hal ini dipisu dari msing-masing pribadi individu yang tidak mau mengalah, egois dan merasa keputusannyalah yang paling benar diantara individu lainnya. Dalam hal ini pihak ketiga dapat dilibatkan demi rekonsiliasi atau mjediasi atas perbedaan yang ada.
Mediasi, didefinisikan sebagai ;bantuan pihak ketiga terhadap setidaknya dua kelompok yang bertikai yang mencoba mencapai kesepakatan’ (Pruitt & Kressel, 1985). Terkadang mediator memiliki kekuasaan untuk mendesak kedua belah pihak untuk mencapai solusi tertentu, proses semacam ini sering disebut arbitrasi. Mediatornya disebut arbitrator.
Selain itu ada cara bargaining atau negosiasi yang dapat mengurangi konflk. Prosuder ini dapat berjalan baik bila isu (hal yang dipermasalahkan) dapat dirumuskan, dan kedua belah pihak berkehendak untuk mengatasi isu tersebut. Tidak semua konflik dapat diselesaikan dengan bargaining atau negosiasi.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2006
Mediasi, didefinisikan sebagai ;bantuan pihak ketiga terhadap setidaknya dua kelompok yang bertikai yang mencoba mencapai kesepakatan’ (Pruitt & Kressel, 1985). Terkadang mediator memiliki kekuasaan untuk mendesak kedua belah pihak untuk mencapai solusi tertentu, proses semacam ini sering disebut arbitrasi. Mediatornya disebut arbitrator.
Selain itu ada cara bargaining atau negosiasi yang dapat mengurangi konflk. Prosuder ini dapat berjalan baik bila isu (hal yang dipermasalahkan) dapat dirumuskan, dan kedua belah pihak berkehendak untuk mengatasi isu tersebut. Tidak semua konflik dapat diselesaikan dengan bargaining atau negosiasi.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2006
Individu Dalam Massa
Ciri-ciri individu dalam massa, yaitu:
* Kehilangan kepribadian yang sadar dan rasional, tindakan kasar dan irasional
* Melakukan tindakan agresi yang melawan kebiasaan.
Menurut Sidis individu dalam massa akan terkena hipnotis bentuk ringan sehingga pertimbangan kritis hilang.
Kondisi psikologis individu dalam massa
Menurut Gustave Le Bon, massa memiliki sifat psikologis sendiri-sendiri. Orang yang tergabung dalam suatu massa akan melakukan sesuatu yang perbuatan tersebut tidak akan diperbuat jika individu itu tidak tergabung dalam suatu massa. Seperti yang diungkapkan Durkheim adanya individual mind dan collective mind, yang berbeda satu dengan yang lainnya. Menurut Gustave Le bon dalam massa terdapat apa yang dinamakan hukum mental unity atau law mental unity, yaitu massa adalah kesatuan mind dan kesatuan jiwa.
Sedangkan menurut Allport, sekalipun kurang dapat menyetujui tentang collective mind tetapi dapat memahami tentang pemikiran adanya kesamaan tidak hanya dalam hal berfikir dan kepercayaan, tetapi juga dalam hal perasaan dan dalam perbuatan yang tampak.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
* Kehilangan kepribadian yang sadar dan rasional, tindakan kasar dan irasional
* Melakukan tindakan agresi yang melawan kebiasaan.
Menurut Sidis individu dalam massa akan terkena hipnotis bentuk ringan sehingga pertimbangan kritis hilang.
Kondisi psikologis individu dalam massa
Menurut Gustave Le Bon, massa memiliki sifat psikologis sendiri-sendiri. Orang yang tergabung dalam suatu massa akan melakukan sesuatu yang perbuatan tersebut tidak akan diperbuat jika individu itu tidak tergabung dalam suatu massa. Seperti yang diungkapkan Durkheim adanya individual mind dan collective mind, yang berbeda satu dengan yang lainnya. Menurut Gustave Le bon dalam massa terdapat apa yang dinamakan hukum mental unity atau law mental unity, yaitu massa adalah kesatuan mind dan kesatuan jiwa.
Sedangkan menurut Allport, sekalipun kurang dapat menyetujui tentang collective mind tetapi dapat memahami tentang pemikiran adanya kesamaan tidak hanya dalam hal berfikir dan kepercayaan, tetapi juga dalam hal perasaan dan dalam perbuatan yang tampak.
Sumber : Klara Innata Arishanti, 2005
Langganan:
Postingan (Atom)