Senin, 11 April 2011

Rekor Temukan 19 Asteroid dalam Semalam

Teleskop Pan-STARRS PS1 atau yang disingkat PS1 membuat rekor baru dalam perburuan asteroid. Teleskop yang berlokasi di Gunung Berapi Haleakala di Maui, Hawaii ini berhasil menemukan 19 asteroid dalam semalam. Rekor dicetak dari penemuan 29 Januari 2011 lalu.

"Temuan ini merupakan bukti bahwa PS1 adalah teleskop terbaik untuk studi macam ini," kata Pemimpin proyek PS1 Nick Kaiser dari University of Hawaii. Proyek PS1 didanai oleh NASA dan US Air Force Research Laboratory yang bertujuan mencari asteroid yang mengancam bumi.

PS1 yang dilengkapi kamera digital terbesar didesain untuk mengambil ratusan foto angkasa tiap malam. Citra dibandingkan untuk mengetahui gerakan asteroid. Ilmuwan menemukan asteroid dengan melacak pergerakannya relatif latar bintang yang statis.

Pada malam tanggal 29 Januari, sebenarnya PS1 menemukan 30 kandidat asteroid. Namun setelah citra dikirim ke Minor Planet Center dan dianalisa lagi oleh astronom menggunakan teleskop di Mauna Kea Observatories di Hawaii, hanya 19 asteroid saja yang terbukti keberadaannya.

Dua dari 19 asteroid yang ditemukan akan mendekati bumi dalam waktu relatif dekat. Keduanya tidak menimbulkan ancaman serius dalam jangka pendek. Namun, apa yang akan terjadi dalam abad mendatang misalnya, nelum bisa diprediksikan. Bila hantaman asteroid terjadi, dampaknya pada bumi akan luar biasa.

Pan-STARS PS1 adalah singkatan dari anoramic Survey Telescope and Rapid Response System. Teleskop ini meiliki cermin utara selebar 1,8 meter dan pencitraan digital beresolusi 1400 megapiksel. Teleskop ini didesain secara khusus untuk mencari asterid yang berpotensi mengancam bumi.

KOMPAS.com

Hadir, Kartu Natal Terkecil di Dunia!

Ahli nanoteknologi dari Universitas Glasgow, Skotlandia, membuat terobosan baru. Mereka menciptakan kartu natal yang diklaim sebagai kartu natal terkecil di dunia, yang sebanyak 8.276 kartunya bisa ditempelkan di atas kertas seukuran perangko.


Proses pembuatannya sangat cepat dan instan. Selain itu, juga bisa dilakukan berulang-ulang.
-- David Cumming

Professor David Cumming dan Dr Qin Chen membuat kartu natal itu dari bahan kristal gelas superkecil yang bagian atasnya memiliki ukiran gambar pohon natal. Ilmuwan tersebut mengatakan, produksi kartu natal itu hanya memakan waktu 30 menit.

"Proses pembuatannya sangat cepat dan instan. Selain itu, juga bisa dilakukan berulang-ulang. Yang memakan waktu lebih lama adalah proses mendesain gambar pohon natalnya," kata Cumming.

Kartu natal terkecil ini memiliki ukuran lebar 200 mikrometer dan tebal 290 mikrometer. Ukurannya kira-kira sepersepuluh tebal sehelai rambut manusia. Sebanyak 500.000 kartu natal superkecil ini bisa disusun di kertas A5.

Warna-warni pada kartu natal superkecil ini dibuat dengan proses yang disebut plasmon resonance, yang menggunakan film aluminium berpola produksi James Watt Nanofabrication Centre.

Namun, meski kartu natal mini ini hanyalah demonstrasi, teknologi yang digunakannya begitu nyata. Lewat pembuatan kartu natal ini, para ilmuwan ingin mengomunikasikan betapa berpengaruh nanoteknologi dewasa ini.

"Nanoteknologi kami adalah salah satu yang terbaik di dunia. Namun, menjelaskannya pada publik kadang sulit. Kami lalu memutuskan untuk membuat kartu natal ini sekadar menunjukkan betapa akurat teknologi ini," kata Cumming.

KOMPAS.com

Mengubah Plastik Jadi Penghantar Listrik

Plastik pada masa depan bisa menjadi penghantar arus listrik. Potensi penggunaannya pun amat luas.

Para peneliti di University of Queensland, Australia, berhasil melakukan eksperimen untuk membuat plastik sebagai penghantar listrik. Tim yang terdiri atas profesor Paul Meredith, profesor Ben Powel—keduanya dari University of Queensland—dan profesor Adam Micolich dari University of New South Wales itu menggunakan teknik sinar ion dalam prosesnya.

Untuk mengubah plastik menjadi penghantar listrik, para peneliti menempatkan film logam tipis di atas lembaran plastik lalu menyatukannya pada permukaan polimer dengan menggunakan sinar ion. Metode ini ternyata dapat digunakan untuk membuat film plastik yang murah, kuat, lentur, serta memiliki kemampuan untuk mengalirkan arus listrik.

Teknik sinar ion sudah digunakan secara luas dalam industri mikroelektronik untuk menentukan daya konduksi semikonduktor seperti silikon. Namun, upaya untuk menerapkan proses serupa pada film plastik yang dilakukan sejak 1980 baru bisa membuahkan hasilnya tahun ini.

"Kami telah berhasil menggunakan sinar ion untuk menyesuaikan sifat film plastik agar dapat menghantarkan listrik seperti halnya pada logam yang dipakai pada kabel listrik," tutur Meredith. Selain itu, menurut Meredith, teknik sinar ion itu juga memungkinkan film plastik berfungsi sebagai superkonduktor serta mengalirkan arus listrik tanpa tahanan jika didinginkan sampai suhu tertentu.

Untuk mendemonstrasikan potensi penerapan materi baru ini, tim peneliti membuat termometer tahanan listrik yang sesuai dengan standar industri. Ketika dilakukan uji coba dan dibandingkan dengan termometer tahanan platinum berstandar industri, materi baru itu menunjukkan kualitas yang setara, bahkan lebih unggul.

Menurut Andrew Stephenson, salah satu anggota tim, penemuan ini sangat menarik karena kemampuan film plastik untuk mengalirkan atau menahan aliran arus listrik sangat akurat dan dapat disesuaikan. Ini berarti potensi penggunaannya sangat luas.

KOMPAS.com

Tinta Bisa Mendeteksi Bahan Peledak

Para ilmuwan telah mengembangkan zat cair seperti tinta yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan bahan peledak. Sistem yang menggunakan zat ini siap digunakan di alat pendeteksi bahan peledak di bandara mulai tahun depan.

Tinta tersebut dibuat dari partikel yang berubah warna dari biru gelap menjadi kuning pucat atau transparan pada saat ada bahan peledak yang terbuat dari peroksida. Unsur tersebut merupakan bahan baku peledak yang digunakan teroris untuk mengebom London pada tahun 2005.

Perubahan warna yang terjadi secara instan merupakan sensor untuk mendeteksi uap dari bahan peledak yang tersimpan di dalam pakaian atau makanan.

"Tinta ini akan digunakan di berbagai tempat yang biasa disasar teroris dengan bahan peledak, termasuk medan perang, bandara, dan terowongan bawah tanah," kata pemimpin studi Dr Allen Apblett dari Oklahoma State University, Amerika Serikat.

Untuk menguji, tinta dapat diteteskan ke dalam cairan nonminuman. Pada cairan minuman, pengujian dilakukan dengan tabung khusus yang dimasukkan ke dalam minuman. Reaksi terjadi di dalam tabung dan tidak mencemari minuman. Apblett berharap cairan ini sudah dapat digunakan di bandara setidaknya tahun depan.

KOMPAS.com

Ayam Bisa Berganti Kelamin

Siapa bilang pergantian kelamin hanya bisa terjadi pada manusia? Ayam milik pasangan suami istri Jim dan Jeanette Howard yang berasal dari Huntington, Inggris mengalami pergantian kelamin dari betina ke jantan.

Ayam piaraan bernama Gertie itu mulai mondar-mandir di halaman rumah dan berkokok layaknya pejantan. Beberapa minggu kemudian, karakter pejantan mulai tumbuh, seperti pial di dagu, jengger di kepala, serta bulu coklat gelap khas pejantan.

Jim Howard mengatakan pada Cambridge News, "Saya tahu ini kedengarannya aneh, tapi saya bisa memastikan ini semua benar. Orang pikir ini hal yang konyol, tapi ternyata ini adalah benar adanya."

Publikasi Institut Ilmu Pangan dan Pertanian Universitas Florida tahun 2000 menyatakan, "Perubahan kelamin nyatanya terjadi, meski tak begitu sering. Namun hingga sekarang, belum dijumpai perubahan dari jantan ke betina."

Perubahan kelamin ini bisa dijelaskan dari perkembangan biologis ayam. Pada masa embrionik, terdapat bakal kelamin jantan dan betina. Sekali gen betina dominan, maka ovarium akan berkembang.

Tapi tak seperti manusia, ovarium ayam hanya berkembang di pinggang kiri saja. Sementara, bakal kelamin di pinggang kanan akan mengalami dormansi, tak berkembang menjadi jantan maupun betina. Bagian yang mengalami dormansi disebut ovotestis.

Dalam kondisi tertentu seperti adanya kista, tumor ataupun penyakit kelenjar anak ginjal, ovarium ayam bisa mengalami degenerasi. Saat itulah, ovotestis mungkin tumbuh menjadi organ kelamin jantan.

"Jika bakal kelamin di sebelah kanan berkembang jadi testis, maka akan mensekresikan androgen," kata Mike Hulet, profesor ilmu peternakan di Pennsylvania State University. Androgen adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap karakteristik jantan.

"Produksi androgen inilah yang akan menyebabkan perubahan perilaku pada betina dan membuatnya bertingkah layaknya pejantan," ucap Hulet seperti dikutip Life's Little Mysteries kemarin (31/3/2011).

Namun, ayam tak akan sepenuhnya menjadi jantan. Meski tampak jantan, secara genetik ayam seperti Gertier tetap betina. Jadi, meski tak akan mampu bertelur lagi, ayam yang berganti kelamin juga takkan mampu membuahi betina lain. Akibat pergantian kelamin, Gerte kini berganti nama menjadi Bertie.

KOMPAS.com

Rusia Biakkan Kucing Bertelinga Lima

Seorang ahli biologi dari Voronezh, Rusia, menemukan kucing dengan lima telinga di tepi jalan dan membawanya ke rumah untuk dipelajari serta mencari kemungkinan untuk dibiakkan.

"Kucing itu memiliki dua telinga normal, dua telinga tambahan yang terbalik 180 derajat, dan telinga kelima yang berukuran sangat kecil," kata Vladimir Obryvkov dari Universitas Pertanian Negeri Voronezh.

Ilmuwan itu, yang bertahun-tahun mempelajari keanehan hewan, mengambil foto sinar-X telinga tak lazim dari kucing itu. Namun, ia membawanya ke rumah untuk diberikan kepada anaknya.

Obryvkov mengatakan, kucing bernama Luntya itu juga memiliki cakar besar, tetapi kelakuannya tidak berbeda dengan kucing lain.

Ia ingin membiakkan hewan peliharaan barunya itu dengan kucing bertelinga empat, yang tinggal di Vladivostok, guna menciptakan jenis baru dari hewan berbulu tersebut.

Obryvkov telah mempelajari seekor anak sapi, yang memiliki dua kepala, dua ekor, dan dua jantung; seekor kambing bermata satu; ayam berkaki empat; babi kembar siam; serta seekor kuda dengan dua hidung dan tiga mata.

VORONEZH, KOMPAS.com

Secangkir Kopi Perlu 140 Liter Air

Berapa jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi? Beberapa dari Anda mungkin akan dengan mudah menjawab, "Pastinya satu cangkir." Tapi, berdasarkan Water Footprint, rata-rata jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi adalah 140 liter.

Bagaimana bisa? Water Footprint tak hanya menghitung air yang digunakan untuk menyeduh kopi, tetapi juga total air yang dibutuhkan untuk menanam dan memelihara kopi, memanen, dan memrosesnya hingga menjadi biji kopi yang siap digiling, didistribusikan, hingga akhirnya disajikan di meja.

Jumlah tersebut cukup mengagetkan. Namun hal itu bisa menjadi cerminan bahwa pemakaian air dalam bidang pertanian, industri, dan konsumsi masyarakat tak terkirakan. Contoh lain, menyajikan secangkir teh memerlukan 35 liter air dan menyajikan 1 kg nasi memerlukan 3.000 liter air.

Untuk melihat dan mengontrol konsumsi air, pada tanggal 28 Februari 2011 lalu Global Water Footprint Standard merilis catatan terbaru. Catatan yang merupakan standar tersebut dikembangkan oleh Water Footprint Network dengan 139 partner, ilmuwan dari Universitas Twente, Belanda, serta kalangan LSM, perusahaan, dan pembuat kebijakan.

Global Water Footprint Standard memberikan konsistensi dalam mengukur jumlah air yang digunakan dan dampaknya. Pimpinan Water Footprint Network, Jim Leape, mengatakan bahwa standar tersebut dibuat saat perusahaan di semua sektor menyadari adanya ancaman kekurangan air yang bisa berdampak pada bisnisnya.

Menurut National Coordinator Freshwater Program WWF Indonesia Tri Agung Rooswiadji, standar tersebut dirancang untuk mengurangi pemborosan dalam konsumsi air. "Jumlah air bersih sudah sangat terbatas. Kalau kita boros, itu akan mengurangi kebutuhan pihak lain juga," ungkapnya.

Menurutnya, pemborosan konsumsi air kini banyak terjadi di kalangan industri komersial. "Industri ini tidak hanya industri manufaktur, tetapi juga yang lain, seperti pertanian dan tekstil. Kalau misalnya membuang limbah cair langsung, itu juga mengurangi jumlah air bersih," katanya.

Setiap komoditas industri menurutnya memiliki kebutuhan air yang berbeda. "Yang terbesar itu misalnya pada kopi, minyak sawit, dan kakao," kata Tri. Sektor lain, misalnya pada bahan makanan pokok, membutuhkan 3.000 liter air untuk memproduksi 1 kg beras dan 900 liter air untuk 1 kg tepung jagung.

Efisiensi dalam pemakaian air ini penting untuk dilakukan, terutama oleh kalangan industri. Ketidakefisienan dalam pemakaian air yang mengakibatkan kekurangan air bisa memicu konflik. "Itu pernah terjadi tahun 2001-2002 di Lombok. Petani berkonflik karena kekurangan air," ujarnya.

Tri mengungkapkan, kalangan industri bisa mulai menerapkan Water Footprint Standard. Dalam standar ini terdapat fasilitas penghitungan jumlah air yang digunakan berupa Water Footprint Calculator sehingga bisa membantu program efisiensi air.

Di sisi lain, ia juga menekankan perlunya kebijakan pemerintah. "Selama ini belum ada kebijakan mengenai efisiensi air," katanya. Kebijakan ini diharapkan bisa memacu pelaku industri untuk menerapkan standar tersebut.

Dengan Global Water Footprint Standard, pelaku industri bisa memantau penggunaan air, terutama menelaah sektor-sektor yang boros air. Dengan demikian, langkah efisiensi penggunaan air pun dimungkinkan dalam mendukung kelestarian sumber daya air.

Bagi individu, Global Water Footprint Standard bisa menjadi acuan untuk mengukur jumlah air yang digunakan dalam makanan, mencuci pakaian, dan barang-barang yang dibeli. Individu bisa beralih ke produk yang membutuhkan sedikit air dan yang proses produksinya memerhatikan kelestarian air.

Efisiensi penggunaan air merupakan salah satu cara untuk melestarikan sumber daya air, selain dengan mencegah pencemaran pada sumber air. Saat ini, kualitas air bersih secara global menunjukkan tren penurunan sehingga membutuhkan langkah radikal untuk melestarikannya.

KOMPAS.com