Selasa, 01 Mei 2012

3 Peran Perempuan yang Tak Tergantikan

KOMPAS.com - Perempuan bukanlah sosok yang lemah dan harus dikasihani. Sebab, mereka justru sosok yang mandiri, tegas, penuh inspirasi, dan multiperan dalam segala aspek kehidupannya. Bukan salah jika perempuan menuntut adanya kesetaraan hak antara pria dan wanita, karena pada dasarnya perempuan bisa melakukan berbagai peran yang dilakukan oleh pria. "Bahkan kenyataannya, justru ada peran perempuan yang tidak bisa dilakukan pria. Dan ini merupakan nilai tambah perempuan dalam konteks kehidupan berkeluarga," tukas Pinky Saptandari, staf ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam talkshow "Perempuan Sebagai Sumber Inspirasi dan Multi Peran" di Hotel Seruni, Bogor, Senin (30/4/2012) lalu. Ditambahkan Pinky, perempuan seharusnya justru bangga menyandang gelar sebagai ibu rumah tangga. Karena pada dasarnya, perempuan memiliki tiga peran alami yang tak bisa tergantikan oleh pria, dan justru berfungsi melengkapi peran pria dalam rumah tangga. 1. Peran reproduksi Peran reproduksi ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu reproduksi alami dan reproduksi sosial. Reproduksi alami memang tak bisa terbantahkan lagi. Sesuai kodratnya, perempuan akan mengalami masa-masa menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui. Setelah mengalami siklus ini, perempuan seolah menjelma menjadi perempuan seutuhnya, dimana pengorbanan mereka untuk keluarga akan semakin besar dibandingkan sebelumnya. Proses melahirkan, misalnya, adalah proses antara hidup dan mati yang dijalani perempuan demi keselamatan sang anak. Sementara itu, peran reproduksi sosial lebih melibatkan emosi dan ikatan antara suami dan istri setelah proses reproduksi, misalnya memandikan anak, mengganti popok, dan lain sebagainya. "Peran sosial ini bisa dilakukan dengan adanya komunikasi dan kesepakatan antara suami dan istri," tukasnya. 2. Peran produksi Peran produksi sebenarnya merupakan peran yang tidak wajib dijalankan oleh perempuan, dan tidak dilakukan semata-mata untuk meningkatkan perekonomian keluarga. "Bekerja merupakan salah satu cara perempuan untuk mengaktualisasi dan mengekspresikan dirinya," tambahnya. Namun, seringkali semua yang diperoleh dari hasil kerjanya tidak dipersembahkan untuk diri sendiri tapi juga untuk keluarga dan orang lain. Dalam keluarga berekonomi kecil, perempuan juga mampu memanfaatkan keterampilan khususnya untuk membantu menopang biaya hidup keluarga. Bukan berarti sang suami tidak mampu membiayai, hanya saja taraf hidup mereka berhasil meningkat ketika sang istri mulai melakukan sesuatu untuk menambah penghasilan dengan bekerja. 3. Peran bersosialisasi Bagi banyak orang, khususnya pria, ajang sosialisasi perempuan seperti arisan anggota PKK dianggap tidak penting. "Padahal dengan berorganisasi, perempuan bisa semakin meningkatkan kepercayaan diri mereka," ujarnya. Saat bersosialisasi, para perempuan juga bisa berprestasi sekaligus membagikan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Mereka menikmati momen ketika bisa membagikan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain, karena pada dasarnya perempuan memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. sumber : kompas

Tim Robot UGM Rebut 2 Emas dan 1 Perak di AS

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tim Robot Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih 2 medali emas dan 1 medali perak pada ajang Robogames 2012 di San Mateo, California, Amerika Serikat, yang berlangsung pada 20-22 April 2012. Kompetisi robot tingkat internasional itu diikuti 238 tim, 682 robot, dan 1.039 insinyur dari 16 negara di dunia seperti Argentina, Denmark, India, Jepang, Korea, dan Amerika. Meskipun sering dimainkan, tingkat error-nya kecil, sedangkan robot lainnya sering mengalami error. Selain itu, robot kita juga unggul dalam hal kecepatan mencapai tujuan. -- Noer Aziz Ismail Setidaknya 59 kategori dipertandingkan dalam kompetisi robot bergengsi ini, mulai humanoid, halang rintang, kungfu, dan pertempuran. Tim robot UGM yang diwakili oleh Luis Rizki Ramelan (Teknik Elektro 2009), Noer Aziz Ismail (Teknik Elektro 2009) dan Ridwan Widoyoko (Teknik Mesin 2008), membawa tujuh robot untuk dipertandingkan di ajang tersebut. "Kami membawa 7 robot, dan berhasil meraih medali pada tiga kategori. Satu emas diraih robot Iron Fire, yaitu robot yang memadamkan lilin pada kategori fire fighting. Emas berikutnya diperoleh robot Isorobot Stand Balancing, yakni robot keseimbangan dua roda di kategori stand balancing. Medali perak dipersembahkan oleh robot I-Kinematic berkaki untuk kategori jalan halang rintang atau walker challenge," kata Ridwan Wiyoko ditemui di kampus UGM, Kamis (26/4/2012). Aziz, salah satu anggota tim mengatakan, keberhasilan tim robot UGM kali ini karena robot-robot UGM bersifat lebih stabil dan handal dibandingkan robot-robot dari negara lainnya. Pada beberapa kali uji coba dan saat dipertandingkan, robot mereka jarang mengalami error. "Meskipun sering dimainkan, tingkat error-nya kecil, sedangkan robot lainnya sering mengalami error. Selain itu, robot kita juga unggul dalam hal kecepatan mencapai tujuan," kata Aziz. Robot-robot yang dipertandingkan dalam Robogames 2012 tersebut, lanjut Azis, seluruhnya dibuat dengan bahan atau komponen dari dalam negeri. Hampir keseluruhan bagian dirakit sendiri, kecuali pada bagian sensor. Dana yang dikeluarkan untuk pembuatan robot pun bervariasi, antara Rp 500 ribu hingga Rp 40 juta. "Sebenarnya tidak terlalu besar dana untuk membuat robot-robot ini. Sebagian robot kami buat dari komponen-komponen yang sudah ada, lalu kita daur ulang untuk dipakai kembali," ungkapnya. Direktur Kemahasiswaan UGM, Drs Haryanto menuturkan, UGM mendukung upaya pengembangan robot yang dilakukan para mahasiswanya. Sejak 2005 lalu pihaknya telah menciptakan sinergi sejumlah fakultas, yaitu Fakultas Teknik, MIPA, dan Sekolah Vokasi menjadi sebuah tim pengembangan robot UGM. Sebagai bentuk dukungan tersebut, UGM akan memberikan ruang khusus bagi pengembangan robot-robot selanjutnya. "Tidak lama lagi UGM akan meresmikan ruang untuk kegiatan robot di lantai tiga gedung bekas perpustakaan UGM," ujarnya. Selain UGM, tim robotika Unikom, Bandung, juga berhasil menambah perolehan emas dari tim dari Indonesia. Unikom berhasil mendapatkan 3 medali emas dalam kompetisi Robogames 2012 tersebut. sumber : kompas

Agama Pengaruhi Perubahan Perilaku pada Lingkungan

AKARTA, KOMPAS.com - Pandangan manusia terhadap lingkungan ditentukan oleh agama. Selain itu, agama juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku terhadap lingkungan selain tiga faktor lainnya, yaitu penegakan hukum, pendidikan, dan kekuatan pasar. Demikian landasan White (1967) yang memperkuat disertasi Dr Fachruddin Majeri Mangunjaya, dosen Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS) yang secara resmi meraih gelar Doktor melalui presentasi disertasinya berjudul "Desain Ekopesantren dalam Kerangka Pembangunan Berkelanjutan". Fachruddin diputuskan berhak menyandang gelar Doktor bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan oleh Rektor Institute Pertanian Bogor (IPB) dan komisi penguji utama sekaligus komisi pembimbing yaitu, Prof. Dr. Ir, Hadi S. Alikodra, MS, Dr. drh. Akhmad Arif Amin, dan Dr. Ahmad Sudirman Abbas. Adapun penguji luar komisi terdiri dari Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA dan Deputi bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Henri Bastaman, MES. "Konsep disertasinya sangat menarik karena dia (Fachruddin) mencoba mengkolaborasikan konsep agama, dalam hal ini Islam, ke dalam lingkungan hidup," ujar Wakil Rektor bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UNAS, Prof Ernawati Sinaga di Jakarta, Jumat (27/4/2012). "Kekuatan bahasa dan ilmu agama dalam paparan disertasinya juga luar biasa. Terlebih data-data yang disajikan bukanlah data usang sehingga membuat kita asyik dalam membaca karyanya," katanya. Pada kesempatan sama, Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr Henri Bastaman mengungkapkan, ranah kepercayaan agama mempunyai posisi dan peran strategis dalam menyadarkan arti penting lingkungan hidup. Sementara Fachruddin sendiri berharap, dengan melakukan penelitian ini dirinya dapat memberikan pemahaman terhadap pentingnya melibatkan dimensi etika (agama) dalam melestarikan lingkungan dan dapat menjadi masukan bagi masyarakat tentang keberadaan dan fungsi pesantren sebagai lembaga yang perlu diperhitungkan dalam menunjang tercapainya pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Adapun Dr Fachruddin menyelesaikan disertasinya dengan meneliti tiga Pondok Pesantren Induk daerah Jawa Barat dan Banten, yaitu Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Cirebon, Ponpes Al Musaddadiyah, Garut, dan Ponpes Modern Daarul Qolam, Banten. sumber ; kompas

Robot Unikom Raih Tiga Medali Emas di California

BANDUNG, KOMPAS.com - Tim robotika dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, Jawa Barat kembali meraih penghargaan dalam kontes robot di Amerika Serikat (AS). Tidak tanggung-tanggung, tiga medali emas diborong dalam kontes robot Robogames 2012 yang dilangsungkan di San Mateo, California, Amerika Serikat, 20-22 April 2012. Tiga kategori yang dijuarai oleh tim dari Unikom adalah Shooting Gallery, Walker Challenge, dan Ribbon Climber. Dengan kemenangan tersebut, berarti tim robot dari Unikom membawa pulang lima medali emas dan satu medali perak bila ditambah pencapaian sebelumnya di kontes Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest and Robo Waiter di Hartford, Connecticut. Di sana, mereka mendapatkan dua medali emas dari kategori robo waiter entry level dan advanced level ditambah satu medali perak untuk advanced level. "Unikom memperbaiki prestasi tahun lalu dengan perolehan 4 medali emas dan 1 medali perak di tahun 2011 dari dua kontes tersebut," kata Rektor Unikom, Eddy Soeryanto Soegoto, di Bandung, Selasa (24/4/2012). Unikom sudah berkiprah secara internasional dalam empat tahun berturut-turut sejak tahun 2009. Kemenangan tersebut diakuinya menjadi modal berharga untuk pengembangan ilmu robotika di perguruan tinggi itu. Selain Unikom, Tim Robotika Universitas Gadjah Mada (UGM) juga mendapat dua medali di ajang Robogames 2012. UGM mendapat 2 emas fdan 1 perak sehingga perwakilan dari Indonesia membawa pulang enam medali, yakni lima medali emas dan satu medali perak. sumber : kompas

Englishtown, Belajar Bahasa Inggris Berbasis "e-learning"

JAKARTA, KOMPAS.com - Belajar bahasa Inggris meskipun dilakukan bersama sebuah institusi nonformal tidak selamanya dilakukan dengan tatap muka secara langsung. Pelayanan sistem pembelajaran bahasa Inggris melalui internet (e-learning) yang dikenal dengan Englishtown ini, misalnya. Diperkenalkan oleh English First (EF), Englishtown, akan menjadi sebuah sekolah bahasa Inggris online yang menawarkan pelayanan sistem pembelajaran bahasa Inggris melalui internet (e-learning). Country Manager EF Indonesia, Elliot Davernass, menjelaskan sistem ini memberikan berbagai kemudahan belajar bahasa Inggris bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan memerlukan efisiensi waktu. Selain itu, Englishtown juga menawarkan kursus online dan kelas langsung dipimpin oleh guru-guru yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pertamanya. "Karena kursus ini berlangsung dengan cara online, peserta kursus dapat belajar bahasa Inggris di mana dan kapan saja," kata Elliot, Selasa (1/5/2012), di Jakarta. Englishtown sendiri, kata Elliot, telah melakukan riset untuk memahami langkah terbaik meningkatkan kemahiran bahasa Inggris para pesertanya. Kelebihan utama Englishtown terletak pada metodologi pengajarannya, yaitu menempatkan kelas-kelas agar dapat diakses secara online selama 24 jam. Country Director EF Indonesia, Arletta Darussalam menjelaskan, saat ini Englishtown telah berkembang luas dengan membantu lebih dari 1.200 perusahaan serta memiliki 15 juta pengguna di 120 negara. Mayoritas peserta kursus didominasi oleh warga negara Brazil, Rusia, Cina, Jerman, Prancis, dan Spanyol. Layanan ini ditawarkan berupa kelas-kelas dengan waktu yang fleksibel dan bisa dimulai kapan saja. sumber ; kompas

Wow...Kemdikbud Kucurkan Rp 190 Miliar untuk 250 PTS!

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengucurkan dana Program Hibah Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PHP-PTS) kepada 250 PTS. Total dana hibah tersebut sekitar Rp 190 miliar. Tentu, akan ada batas maksimalnya. Ini agar dana yang tersedia dapat menyentuh 250 PTS dengan kategori penerimaan yang berbeda. -- Achmad Jazidie Bantuan PHP-PTS ini merupakan lanjutan dan perbaikan dari Program Hibah Kompetitif Percepatan Mutu PTS Sehat yang telah digulirkan sejak 2008 lalu. Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdikbud), Achmad Jazidie, mengatakan PHP-PTS diharapkan akan mendorong tiap PTS untuk menyusun rencana penyelenggaraan perguruan tingginya yang didasarkan pada evaluasi diri dan didukung informasi akurat tentang masa depannya. "Ini sebagai upaya untuk membina PTS agar semakin baik, dan memperbaiki kelembagaan. Misalnya belum memiliki perpustakaan, diharapkan dengan dana ini dapat dibangun perpustakaannya. Sejalan dengan itu, maka ada peningkatan mutu pendidikan," kata Jazidie, Senin (30/4/2012), di gedung Kemdikbud, Jakarta. Ia menjelaskan, tahun ini ada 878 proposal dari PTS yang masuk ke Ditjen Dikti Kemdikbud. Setelah dievaluasi oleh para reviewer dari beberapa perguruan tinggi yang telah berpengalaman, maka akan ditetapkan 250 PTS penerima PHP-PTS. Ditetapkannya jumlah penerima itu dilandasi dengan alokasi dana yang tersedia dan akan diterima oleh masing-masing PTS. Jazidie mengatakan, semua jenis PTS memiliki batas maksimal penerimaan. Misalnya, untuk universitas maksimal hanya akan menerima Rp 2 miliar, institut dan sekolah tinggi maksimal akan menerima Rp 1 miliar, sedangkan akademi Rp 500 juta. "Tentu, akan ada batas maksimalnya. Ini agar dana yang tersedia dapat menyentuh 250 PTS dengan kategori penerimaan yang berbeda, disesuaikan dengan penilaian dari tim reviewer," ujarnya. Sebagai informasi, Ditjen Dikti Kemdikbud akan mengumumkan 250 PTS yang berhak menerima PHP-PTS pada 7 Mei 2012 mendatang dan hanya melalui satu saluran informasi, yakni website resmi Ditjen Dikti, www.dikti.go.id sumber : kompas

Tokek Kumbang Ditemukan di Papua Niugini

PULAU MANUS, KOMPAS.com — Spesies baru tokek dengan corak warna kulit hitam dan emas layaknya kumbang ditemukan di Papua Niugini. Tokek tersebut berukuran 13 sentimeter dan ditutupi nodul kulit yang memudahkannya bersembunyi di lantai hutan. Spesimen tokek ini pertama kali dikoleksi pada Maret 2010 di Pulau Manus. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Zootaxa bulan ini. "Kami secara resmi menamainya Nactus kunan, didasarkan pada pola warnanya. Kunan berarti kumbang dalam bahasa lokal, bahasa Nali," kata Robert Fisher dari USGS Western Ecological Research Group. "Spesies ini masuk dalam genus tokek berjari kaki langsing, berarti spesies ini tak memiliki jari kaki yang serupa bantalan dan berguna untuk memanjat tebing seperti umumnya tokek," lanjut Fisher seperti dikutip Reuters, Kamis (19/4/2012). Tokek ini ditemukan setelah analisis genetik dilakukan. Bersama penemuan spesies ini ditemukan pula dua spesies tokek lain. "Spesies ini memberi kejutan. Saya telah mempelajari genus ini sejak tahun 1970-an dan tak memperkirakan akan menemukan spesies ini," kata George Zug, pakar reptil dari Smithsonian Institution yang menjadi co-author riset ini. Sumber :kompas